Daerah Nasional
Beranda / Nasional / SKANDAL KOMDIS PSSI! Pemuda Pancasila Malut Murka: Yakob Sayuri Korban Rasisme, Justru Dihukum Berat 3 Laga!

SKANDAL KOMDIS PSSI! Pemuda Pancasila Malut Murka: Yakob Sayuri Korban Rasisme, Justru Dihukum Berat 3 Laga!

Plh Ketua PP Malut, Samar Ishak

TERNATE – Keputusan kontroversial Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang menjatuhkan sanksi larangan bermain tiga pertandingan kepada bintang Malut United dan Timnas Indonesia, Yakob Sayuri, memicu gelombang kemarahan publik, khususnya dari Maluku Utara.

Protes keras ini dipimpin oleh Plh Ketua Pemuda Pancasila (PP) Maluku Utara, Samar Ishak, yang menilai PSSI telah mempertontonkan ketidakadilan dan standar ganda yang membahayakan semangat anti-rasisme dalam sepak bola nasional.

Korban Rasisme Jadi Pesakitan: Standar Ganda Memalukan!

Samar Ishak menyoroti fakta mengejutkan: Yakob Sayuri dihukum karena reaksi emosionalnya, sementara ia adalah korban murni dari provokasi rasisme oleh oknum tak dikenal yang secara ilegal masuk ke area steril Stadion Indomilk Arena pada Minggu (23/11/2025).

“Kami menilai Komdis PSSI telah menerapkan standar ganda! Yakob Sayuri, yang jelas menjadi korban rasisme dan reaksi emosinya dipicu oleh kata-kata kotor, justru dihukum berat,” kecam Samar Ishak.

Menurut PP Maluku Utara, hukuman ini mengirimkan “pesan buruk” dan secara tidak langsung “melanggengkan budaya diskriminasi” dalam dunia sepak bola Indonesia. Ini merugikan Yakob Sayuri, merugikan Malut United, dan melukai perasaan seluruh masyarakat di wilayah Timur Indonesia.

Harita Nickel Buktikan Kemajuan Industri dan Nilai Kemanusiaan Bisa Berjalan Selaras

Persita Aman Sentosa, Padahal Gagal Jaga Keamanan?

Puncak kemarahan PP Malut adalah diabaikannya kelalaian fatal tim tuan rumah. Oknum tak beridentitas bisa dengan bebas masuk ke area steril, tetapi Persita Tangerang tidak mendapat sanksi apa pun dari Komdis PSSI!

“Kegagalan tim tuan rumah, Persita Tangerang, dalam menjaga area steril stadion dari oknum tak beridentitas, dibiarkan tanpa sanksi apa pun,” ujar Samar Ishak, mempertanyakan integritas penegakan aturan Komdis.

Tuntutan Tegas: Cabut Sanksi Sekarang!

Pemuda Pancasila Maluku Utara mendesak PSSI untuk segera bertindak demi menjaga marwah sepak bola dan komitmen anti-rasisme.

“Kami menuntut Komdis PSSI segera mencabut sanksi terhadap Yakob Sayuri! Lalu, usut tuntas oknum rasis tersebut dan berikan sanksi tegas kepada Persita Tangerang atas kelalaian pengamanan,” tuntut Samar Ishak.

PP Maluku Utara kini bergabung dengan kelompok suporter dan elemen masyarakat lainnya, mendesak PSSI menunjukkan konsistensi dalam penegakan aturan dan membuktikan bahwa sepak bola Indonesia benar-benar bebas dari diskriminasi.

HEBOH! Dana Bantuan BBM Warga Kawasi Diduga “Disunat” Oknum Warga bermain

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *