Halmahera Selatan – Kabar tak sedap menerpa Desa Kawasi. Dana bantuan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari pihak Harita Nickel yang seharusnya masuk ke kantong warga untuk kebutuhan listrik, kini jadi bola liar. Muncul dugaan kuat bahwa dana belasan juta rupiah tersebut justru “dibelokkan” oleh oknum tertentu untuk mendanai aksi demonstrasi.
Sontak, hal ini memicu gelombang protes dari warga yang merasa haknya telah dirampas secara sepihak demi agenda politik oknum masyarakat.
Bantuan yang berasal dari Harita Nickel ini sejatinya bernilai Rp100.000 per kepala keluarga untuk sekitar 160 KK. Total anggaran sebesar Rp16 juta tersebut dimaksudkan untuk meringankan beban warga saat pasokan listrik genset desa sedang tidak stabil.
Namun, bukannya sampai ke tangan warga, uang tersebut justru dikabarkan raib untuk mendukung aktivitas pihak tertentu yang kerap menyerang perusahaan.
“Kami hanya ingin tahu ke mana uang itu pergi! Kalau disalahgunakan oknum untuk kegiatan lain, apalagi buat demonstrasi, ini harus dijelaskan terbuka. Jangan main belakang!” tegas Raymond Nanlessy, Ketua RT 01 Desa Kawasi, dengan nada kecewa.
Tokoh masyarakat sekaligus Ketua RT 02, Hamja Lewer, juga mencium aroma tidak beres. Ia merasa warga telah diperdaya oleh oknum yang memanfaatkan bantuan sosial demi kepentingan kelompok.
“Bantuan ini untuk kebutuhan dasar kami, bukan untuk agenda pribadi oknum di lapangan. Masyarakat perlu tahu secara terbuka, ke mana dana ini terpakai,” ujar Hamja. Ia memperingatkan bahwa jika tidak segera diklarifikasi, isu ini akan meledak menjadi konflik horizontal antar warga.
Kasus ini pun mendapat perhatian serius dari Sekretaris Jenderal Konsorsium Advokasi Tambang (KATAM), Julfandi Gani. Ia mendesak para oknum yang memegang dana tersebut untuk segera “buka kartu”.
“Jika tidak ada yang disembunyikan, tidak ada alasan untuk menutup-nutupi. Oknum masyarakat ini wajib klarifikasi secara terbuka. Uang rakyat jangan dimainkan!” tegas Julfandi.
Kabar dugaan penyelewengan dana ini mulai tersebar luas di media sosial dan grup WhatsApp warga. Banyak yang mengecam tindakan oknum yang tega mengorbankan kepentingan umum (listrik desa) demi mendanai aksi-aksi yang tidak memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga secara keseluruhan.
Hingga saat ini, oknum yang diduga “bermain” dalam penyaluran dana tersebut masih bungkam dan belum memberikan laporan pertanggungjawaban kepada warga Desa Kawasi.

Komentar