Ternate,Sali — Momen Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M di Kota Ternate diwarnai dengan sorotan tajam dari masyarakat terkait kepedulian sosial para wakil rakyat. Publik mempertanyakan nilai-nilai kemanusiaan dan kepekaan sosial dari 30 anggota DPRD Kota Ternate yang dinilai minim kontribusi nyata di lingkungan tempat mereka berkantor.
Sorotan ini mencuat setelah diketahui bahwa di Masjid yang berada di lingkungan Kantor DPRD Kota Ternate, para wakil rakyat tersebut tidak mampu berkurban bahkan untuk 1 ekor sapi pun pada Idul Adha tahun ini.
Hitungan Sederhana Publik: Hanya Butuh Rp500 Ribu per Orang
Kritik yang berkembang di tengah masyarakat bukan tanpa alasan. Warga menilai, dengan status dan fasilitas finansial yang dimiliki oleh seorang anggota dewan, berkurban seharusnya bukanlah hal yang berat.
Sebuah asumsi dan hitungan logis pun viral diperbincangkan di media sosial dan ruang publik : 30 orang anggota DPRD Kota Ternate dikalikan iuran/sumbangan per orang Rp500.000 (sedekah kurban) total dana yang terkumpul 15 juta.
Dengan total dana Rp15 juta tersebut, para anggota dewan sebenarnya sudah sangat mampu untuk membeli dan mengorbankan 1 ekor sapi untuk masyarakat di sekitar lingkungan masjid kantor mereka.
Krisis Keteladanan dan Nilai Kemanusiaan
Salah seorang warga Ternate menyayangkan sikap acuh tak acuh para wakil rakyat ini. Menurutnya, Idul Adha bukan sekadar ritual ibadah keagamaan, melainkan momentum untuk menunjukkan solidaritas sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Ini bukan soal mereka tidak punya uang, tapi soal mau atau tidak. Gaji dan tunjangan mereka itu besar. Masa menyisihkan 500 ribu rupiah saja untuk kurban di lingkungan masjid kantor sendiri tidak bisa? Di mana nilai kemanusiaan dan jiwa sosial yang sering mereka dengungkan saat kampanye?” cetus seorang warga dengan nada kecewa.
Publik menilai kejadian ini merefleksikan krisis keteladanan dari para pejabat daerah. Masjid kantor yang seharusnya menjadi pusat kegiatan spiritual dan sosial di lingkungan DPRD, justru terlihat sepi dari sumbangsih nyata para anggotanya di hari besar Islam ini.
Desakan Evaluasi Nurani Wakil Rakyat
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi atau klarifikasi dari pimpinan maupun Sekretariat DPRD Kota Ternate terkait absennya hewan kurban dari 30 anggota dewan tersebut.
Masyarakat berharap sentilan keras ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi seluruh anggota DPRD Kota Ternate agar lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan tidak menunjukkan ego sektoral di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang berjuang. (tim/red)

Komentar