Desakan Keras Pemuda Pancasila Malut: Kebakaran Gedung Musdalifah Asrama Haji Ternate Dianggap di Luar Nalar, Pengelola Dituntut Bertanggung Jawab Penuh

Editor : salinews.com
23 Nov 2025 09:07
Daerah 0 3
2 menit membaca

TERNATE – Insiden kebakaran yang melanda Gedung Musdalifah di kawasan Asrama Haji Transit Ternate, pada Selasa (18/11/2025) sekitar pukul 11.00 WIT, telah memicu reaksi keras dari Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Pancasila (Ormas PP) Provinsi Maluku Utara. Mengingat Asrama Haji adalah fasilitas vital bagi calon jemaah haji, OKP, Ormas, dan cabang olahraga (cabor), publik menuntut pertanggungjawaban penuh dari pihak pengelola.

Pelaksana Harian (Plh) Ketua Pemuda Pancasila Provinsi Maluku Utara, Samar Ishak, menyatakan bahwa insiden tersebut harus menjadi perhatian serius dan harus diusut tuntas oleh pihak berwenang.

“Apa yang terjadi di luar nalar kita. Sebagai fasilitas publik yang seharusnya mengutamakan keselamatan dan kenyamanan, insiden kebakaran di gedung sepenting Asrama Haji ini sungguh tidak dapat diterima,” ujarnya, menekankan tingkat keprihatinan publik.

Samar Ishak menegaskan bahwa pertanggungjawaban dari pengelola Asrama Haji harus melampaui sekadar perbaikan fisik. Ia menuntut adanya evaluasi total terhadap sistem keamanan fasilitas tersebut.

“Kita berharap pengelola gedung harus bertanggung jawab atas insiden kebakaran Gedung Musdalifah, Asrama Haji Ternate. Pertanggungjawaban ini bukan hanya sebatas perbaikan fisik, tetapi harus mencakup audit menyeluruh terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dan sistem pencegahan kebakaran yang ada,” tegasnya.

Insiden ini sekaligus memicu pertanyaan besar mengenai kelayakan dan sertifikasi keselamatan Gedung Musdalifah, yang baru saja direnovasi atau yang selalu menjadi tempat berkumpulnya banyak orang.

Oleh karena itu, Ormas Pemuda Pancasila Maluku Utara mendesak langkah-langkah konkret dan tegas dari pihak berwenang:

  1. Investigasi Menyeluruh: Pihak berwenang, khususnya POLRES Ternate, harus segera melakukan investigasi mendalam untuk menemukan penyebab pasti kebakaran dan mengidentifikasi potensi kelalaian.
  2. Audit Teknis: Desakan untuk Audit independen terhadap instalasi listrik, sistem deteksi asap (smoke detector), dan alat pemadam api ringan (APAR) di seluruh kompleks Asrama Haji harus segera dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
  3. Transparansi Informasi: Pengelola Asrama Haji diminta untuk transparan dalam menyampaikan kronologi kejadian dan langkah-langkah mitigasi yang akan diambil selanjutnya kepada publik.

Publik berharap insiden ini dapat menjadi pelajaran berharga, dan pengelola fasilitas publik, khususnya yang menyangkut keselamatan orang banyak, dapat bekerja secara profesional dan akuntabel demi keselamatan seluruh pengguna fasilitas di masa mendatang.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *