Salinews, Jakarta – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Utara, Drs. H.M. Iqbal Ruray, M.BA, menyampaikan dukungan penuh dan apresiasi tinggi terhadap komitmen Harita Nickel dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Pulau Obi, Halmahera Selatan.
Iqbal Ruray menilai, keberadaan Harita Nickel sebagai perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel telah memberikan dampak nyata melalui sumbangan besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan berbagai program pengembangan masyarakat (PPM).
“Kami dari DPRD Provinsi Maluku Utara tentunya sangat memberikan harapan terkait dengan keberadaan dari Harita Nickel, karena Harita Nickel ini sekaligus memiliki industri yang berkontribusi pada pendapatan asli daerah bagi kami… Untuk itu kami sangat mendukung, menjaga, memelihara sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan warga yang ada di sekitar tambang,” kata Iqbal di Jakarta pada pertengahan November 2025.
Tiga sektor kontribusi positif HARITA
Menurut Iqbal, kontribusi positif Harita Nickel terlihat jelas di tiga sektor utama:
1. Ekonomi dan Tenaga Kerja
Industri nikel di Pulau Obi dinilai telah mendorong perekonomian lokal. Hal ini dibuktikan dengan terbukanya lapangan pekerjaan yang luas dan pertumbuhan pesat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar wilayah operasional perusahaan.
2. Pendidikan dan Kesehatan
Iqbal secara khusus mengapresiasi program pengembangan masyarakat di bidang pendidikan dan kesehatan. Salah satu program yang menonjol adalah pemberian makan siang gratis bagi siswa-siswi SMP dan SMA di Desa Kawasi.
“Sebelum ada MBG [Makan Bergizi Gratis] di Harita ternyata sudah ada. Ini adalah sesuatu yang kita memberikan apresiasi pada Harita bahwa apa yang sudah dilakukan ini bisa dipertahankan dan diperbaiki,” ujarnya.
3. Pemberdayaan Lokal dan Pelatihan
Harita Nickel juga menjalankan program pelatihan vokasional bernama PELITA, yang memberikan pelatihan keahlian mulai dari operator alat berat hingga Bahasa Mandarin bagi warga lokal. Tujuannya adalah membuka akses kerja yang lebih luas bagi warga Obi.
Di sektor ekonomi, perusahaan juga sukses memberdayakan UMKM dan sektor pertanian lokal. Tercatat, pada tahun 2024, 65 supplier berasal dari Pulau Obi dengan nilai transaksi mencapai Rp150 miliar, menjadikan mereka bagian penting dari rantai pasok perusahaan.
Harapan Dana Bagi Hasil (DBH) dari Pusat
Meskipun mengakui adanya peningkatan kesejahteraan, Iqbal Ruray jujur mengatakan bahwa dampak positif ini belum dirasakan merata.
Oleh karena itu, ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih terhadap dana bagi hasil (DBH). Mengingat Maluku Utara merupakan daerah penghasil nikel nasional, peningkatan DBH dianggap penting agar pemerintah daerah memiliki sumber daya yang cukup untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan kesejahteraan di luar wilayah tambang.

Komentar