Ternate — Bukan cuma soal tambang besar, ternyata hadirnya industri nikel di Maluku Utara beneran bikin dompet warga makin tebel! Sektor transportasi sama jasa sekarang lagi peak-peak-nya karena kecipratan berkah dari para karyawan tambang.
Gak Cuma Isu, Faktanya Nyata! Plh Ketua Pemuda Pancasila (PP) Maluku Utara, Samar Ishak, ngasih contoh nyata lewat operasional Harita Nickel. Menurutnya, mobilitas karyawan yang bolak-balik Pulau Obi itu jadi mesin duit buat warga Ternate dan Labuha.
“Bayangin aja, Harita Nickel punya kantor perwakilan di Ternate sama Labuha. Pergerakan karyawan yang dinas, cuti, atau sekadar transit itu bikin perputaran uang di masyarakat jadi kenceng banget!” kata Samar.
Ojek Pangkalan & Sopir Travel Panen Raya! Pemandangan di kantor perwakilan Harita di Ternate sekarang beda banget. Antrean ojek dan mobil pangkalan udah kayak sembako—nggak putus!
- Tarif: Rp30rb – Rp50rb sekali jalan.
- Volume: Bisa sampe 100 karyawan transit sehari!
- Hasilnya: Pendapatan abang ojek jadi lebih stabil dan naik drastis.
Bukan cuma di Ternate, dampak ini juga merembet ke kapal rute Ternate-Bacan sampe ke UMKM di Labuha. Kabarnya, di Halmahera Timur sama Tengah juga lagi ngerasain hal yang sama. Auto-cuan!
Tetap Kritis, Tapi Support Investasi! Meskipun ekonominya lagi naik daun, Samar tetep ngingetin buat nggak terlena. Dia minta masyarakat tetep “melek” sama regulasi lingkungan.
“Kita kawal bareng-bareng! Kalau perusahaannya nakal atau ngerusak lingkungan, ya kita kritik keras. Tapi kalau mereka kontribusi nyata buat perut rakyat, ya wajib kita apresiasi biar investasi makin lancar,” tegasnya.
Kesimpulannya Ekonomi akar rumput lagi beneran “menyala” berkat industri nikel. Investasi jalan, kesejahteraan warga juga ikutan naik. Win-win solution!

Komentar